
Nabi
Yunus
Juga dikenal sebagai: Yunus bin Amitai, Nabi yang Melarikan Diri

Nabi
Yunus — Nabi yang melarikan diri dari panggilan Allah, ditelan ikan besar di laut, lalu memberitakan pertobatan kepada Niniwe—kota musuh Israel—yang merespons dengan pertobatan massal.
Yunus menerima perintah Allah yang jelas: pergi ke Niniwe, ibu kota kekaisaran Asyur yang kejam, dan beritakan bahwa kehancuran akan menimpa mereka. Namun Yunus malah pergi ke arah berlawanan—ia menaiki kapal menuju Tarsis, sejauh mungkin dari Niniwe. Allah tidak membiarkannya melarikan diri: badai dahsyat melanda kapal itu, dan ketika undi menunjuk Yunus sebagai penyebab malapetaka, ia meminta dilempar ke laut. Para awak kapal yang enggan akhirnya melakukannya—dan badai pun berhenti.
Allah menyediakan seekor ikan besar yang menelan Yunus. Selama tiga hari tiga malam di dalam perut ikan, Yunus berdoa dengan sungguh-sungguh. Ikan itu memuntahkannya ke darat, dan Allah mengulangi perintah-Nya. Kali ini Yunus pergi ke Niniwe dan memberitakan: 'Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan dihancurkan.' Hasilnya mengejutkan Yunus sendiri: raja Niniwe turun dari takhtanya, menanggalkan jubahnya, dan menyerukan puasa nasional. Seluruh kota bertobat.
Namun Yunus justru marah. Ia duduk di luar kota dan berkata kepada Allah: 'Aku tahu Engkau Allah yang pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia—itulah sebabnya aku melarikan diri.' Ia marah karena Allah mengampuni musuh Israel. Allah mengajarkan Yunus sebuah pelajaran melalui pohon jarak yang tumbuh dan layu dalam semalam—jika Yunus bisa peduli pada tanaman, mengapa Allah tidak boleh peduli pada seratus dua puluh ribu jiwa di Niniwe? Kisah Yunus mengajarkan bahwa kasih Allah melampaui batas bangsa dan prasangka manusia.