Haleluya
Tokoh Alkitab
Perjanjian Baru·Juruselamat

Yesus Kristus

Juga dikenal sebagai: Yesus dari Nazaret, Anak Allah, Mesias, Imanuel, Sang Firman

Yesus Kristus

Juruselamat

Lahirca. 6–4 SM, Betlehem, Yudea
Wafatca. 30–33 M, Yerusalem
AsalNazaret, Galilea
Orang TuaMaria (ibu), Yusuf (ayah jasmani)
Masa Pelayananca. 28–33 M
Peristiwa UtamaPenyaliban & Kebangkitan
Murid UtamaDua Belas Rasul

Yesus Kristus adalah tokoh paling berpengaruh dalam sejarah manusia dan pusat dari iman Kristen. Ia diyakini sebagai Anak Allah yang mengambil rupa manusia — suatu peristiwa yang disebut Inkarnasi — untuk menebus dosa umat manusia melalui kematian dan kebangkitan-Nya.

Kelahiran dan Masa Muda

Yesus lahir di Betlehem, Yudea, sekitar tahun 6–4 SM dari seorang perawan bernama Maria. Kelahiran-Nya didahului oleh pemberitaan malaikat Gabriel, dan para Majus dari timur datang membawa persembahan mengikuti bintang. Herodes Agung yang merasa terancam memerintahkan pembantaian bayi laki-laki di Betlehem, namun keluarga Yesus melarikan diri ke Mesir sebelum akhirnya kembali menetap di Nazaret, Galilea.

Yesus dibesarkan oleh Maria dan Yusuf, seorang tukang kayu, dalam tradisi Yahudi yang taat. Satu-satunya catatan masa kecil-Nya adalah ketika usia dua belas tahun Ia tinggal di Bait Allah di Yerusalem berdiskusi dengan para ahli Taurat, lalu berkata kepada orang tua-Nya: 'Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di rumah Bapa-Ku?'

Baptisan dan Awal Pelayanan

Sekitar usia tiga puluh tahun, Yesus datang kepada Yohanes Pembaptis di Sungai Yordan untuk dibaptis. Saat Ia naik dari air, Roh Allah turun seperti merpati dan terdengar suara dari surga: 'Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.' Setelah itu Ia dicobai iblis selama empat puluh hari di padang gurun dan keluar dalam kekuatan Roh.

Ia memulai pelayanan-Nya di Galilea dengan menyatakan: 'Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!' Ia memanggil dua belas rasul dari kalangan nelayan, pemungut cukai, dan rakyat biasa — mengejutkan dunia religius yang biasanya hanya merekrut murid dari kalangan terpelajar.

Pengajaran dan Mukjizat

Khotbah di Bukit — pengajaran Yesus yang paling terkenal, Carl Bloch (1877)
Khotbah di Bukit — pengajaran Yesus yang paling terkenal, Carl Bloch (1877)

Selama tiga tahun Yesus berkeliling mengajar tentang Kerajaan Allah. Khotbah di Bukit (Matius 5–7) adalah manifesto Kerajaan itu: berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, orang yang lapar dan haus akan kebenaran, orang yang membawa damai. Ia mengajar tentang kasih kepada musuh, doa yang tulus, dan ketenangan yang lahir dari kepercayaan kepada Bapa.

Perumpamaan-perumpamaan-Nya menggunakan gambaran sehari-hari untuk mengungkapkan realitas rohani yang dalam: anak yang hilang tentang kasih Bapa yang tak bersyarat, talenta tentang tanggung jawab, penabur tentang hati yang menerima firman. Ia menyembuhkan orang sakit, memulihkan penglihatan orang buta, mengusir setan-setan, dan membangkitkan orang mati termasuk Lazarus setelah empat hari.

Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Yohanes 14:6

Sengsara dan Penyaliban

Menjelang akhir pelayanan-Nya, Yesus memasuki Yerusalem disambut sorak-sorai 'Hosana!' Di malam Paskah, Ia merayakan Perjamuan Terakhir bersama murid-murid-Nya dan menetapkan sakramen Ekaristi. Di Taman Getsemani Ia bergumul dalam doa yang menyiksa sebelum ditangkap oleh prajurit yang dipimpin Yudas Iskariot.

Setelah diadili secara tidak adil oleh Imam Besar dan Pontius Pilatus, Ia disalibkan di Bukit Golgota bersama dua penjahat. Dari atas salib Ia berkata: 'Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.' Ketika Ia berseru 'Tetelestai — Sudah selesai!' dan menyerahkan nyawa-Nya, tirai Bait Suci terbelah dari atas ke bawah.

Kebangkitan dan Kenaikan

Pada hari ketiga, kubur-Nya kosong. Maria Magdalena dan para perempuan menjadi saksi pertama kebangkitan-Nya. Selama empat puluh hari Ia menampakkan diri: kepada Petrus, kepada dua murid di jalan Emaus, kepada sebelas rasul, dan pada satu kesempatan kepada lebih dari lima ratus orang sekaligus (1 Korintus 15:6). Kebangkitan-Nya dipandang sebagai kemenangan definitif atas dosa dan maut.

Sebelum naik ke surga, Ia memberikan Amanat Agung: 'Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, baptislah mereka... dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.' Sepuluh hari kemudian, Roh Kudus turun atas para murid di hari Pentakosta, memulai era Gereja yang terus berkembang hingga hari ini.

Warisan dan Makna Teologis

Iman Kristen merumuskan identitas Yesus dalam dua natur dalam satu pribadi: sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia (vere Deus, vere homo). Konsili Nicea (325 M) dan Konsili Kalsedon (451 M) menegaskan pengakuan ini terhadap berbagai penyimpangan teologis.

Selama dua ribu tahun, ajaran Yesus tentang kasih, pengampunan, dan keadilan membentuk hukum, seni, ilmu pengetahuan, dan budaya di seluruh dunia. Keempat Injil — Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes — bersama seluruh Perjanjian Baru tetap menjadi teks paling banyak dibaca dan diterjemahkan dalam sejarah manusia.