
Nabi
Yesaya
Juga dikenal sebagai: Nabi Kelima Injil, Yesaya bin Amos

Nabi
Yesaya — Nabi agung Israel yang nubuatan-nubuatannya tentang Hamba yang Menderita digenapi dengan tepat dalam diri Yesus Kristus—hingga kitabnya disebut 'Injil Kelima'.
Yesaya bin Amos menerima panggilannya dalam penglihatan yang luar biasa: ia melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan luhur, dikelilingi serafim yang berseru 'Kudus, kudus, kudus.' Ketika menyadari ketidaklayakannya, Yesaya berteriak: 'Celakalah aku! Aku binasa!' Namun serafim menyentuh bibirnya dengan bara api dari mezbah: 'Kesalahanmu telah diampuni.' Kemudian terdengar suara Allah: 'Siapakah yang akan Kuutus?'—dan Yesaya menjawab dengan kata-kata yang telah menjadi komitmen nabi: 'Ini aku, utuslah aku.'
Kitab Yesaya memuat beberapa nubuatan mesianik paling spesifik dalam Perjanjian Lama. Pasal 7 menubuatkan kelahiran dari seorang perawan; pasal 9 tentang 'seorang anak telah lahir untuk kita' yang akan disebut Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai; dan pasal 53 yang menggambarkan Hamba yang Menderita dengan detail yang mencengangkan: 'Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita.' Bab-bab ini ditulis tujuh ratus tahun sebelum Yesus lahir.
Pelayanan Yesaya mencakup masa pemerintahan empat raja Yehuda dan menghadapi tantangan politik besar: ancaman dari kerajaan Asyur yang menaklukkan Israel Utara. Kepada Raja Hizkia yang menghadapi pengepungan Yerusalem oleh Sanherib, Yesaya menyampaikan janji perlindungan ilahi—dan malam itu, seratus delapan puluh lima ribu tentara Asyur mati oleh malaikat Tuhan. Tradisi Yahudi menyebutkan bahwa Yesaya mati martir di bawah Raja Manasye dengan cara digergaji—penggenapan dari ucapannya bahwa utusan Allah tidak diterima bangsanya.