Haleluya
Tokoh Alkitab
Perjanjian Lama·Raja

Salomo

Juga dikenal sebagai: Raja Salomo, Qohelet, Sang Pengkhotbah

Salomo

Raja

AyahDaud
IbuBatsyeba
Masa Pemerintahanca. 970–931 SM (40 tahun)
Istri & Gundik700 istri bangsawan, 300 gundik
Karya UtamaBait Allah Pertama di Yerusalem
TulisanAmsal, Pengkhotbah, Kidung Agung

SalomoRaja terkaya dan paling bijaksana dalam sejarah Israel, pembangun Bait Allah di Yerusalem, dan penulis Amsal, Pengkhotbah, dan Kidung Agung.

Salomo adalah putra Daud dari Batsyeba dan raja ketiga Israel. Pada awal pemerintahannya, Allah menampakkan diri kepadanya dalam mimpi dan berkata: 'Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.' Salomo tidak meminta kekayaan atau umur panjang, melainkan kebijaksanaan untuk memimpin umat yang besar. Allah begitu senang dengan permintaan itu sehingga Ia memberikan kebijaksanaan dan kekayaan sekaligus—menjadikan Salomo raja terkaya yang pernah ada.

Puncak pemerintahan Salomo adalah pembangunan Bait Allah di Yerusalem—proyek besar yang diimpikan ayahnya namun tidak diizinkan dilaksanakan. Bait itu berdiri megah selama hampir empat ratus tahun. Ketika diberkati saat pentahbisan, kemuliaan Allah turun memenuhi tempat itu hingga para imam tidak sanggup berdiri melayani. Kunjungan Ratu Syeba menandai puncak kejayaan Salomo: setelah menyaksikan hikmatnya, sang ratu berkata bahwa apa yang ia dengar hanya separuh dari kenyataan.

Namun akhir hidup Salomo menjadi peringatan yang menyedihkan. Istri-istrinya yang berasal dari bangsa-bangsa asing membawa penyembahan berhala masuk ke Israel, dan hati Salomo pun ikut terbawa. Allah memberitahunya bahwa kerajaan akan dicabik darinya setelah kematiannya. Kitab Pengkhotbah—yang mungkin ditulis di masa tuanya—mencatat perenungan pahit: 'Kesia-siaan belaka, semua adalah kesia-siaan.' Kejatuhan Salomo menjadi pelajaran bahwa hikmat tanpa kesetiaan tidak cukup untuk menjaga hati manusia.