Haleluya
Tokoh Alkitab
Perjanjian Lama·Raja

Raja Saul

Juga dikenal sebagai: Saul bin Kisy, Raja Pertama Israel

Raja Saul

Raja

SukuBenyamin
AyahKisy
Diurapi olehSamuel
Masa Pemerintahanca. 1020–1000 SM
AnakYonatan, Mikhal, Isyboset, dan lainnya
KematianDi Gunung Gilboa, bunuh diri dalam pertempuran

Raja SaulRaja pertama Israel — dipilih Allah, dihormati rakyat, namun jatuh karena lebih takut kepada manusia daripada kepada Allah.

Saul adalah pilihan yang tampak sempurna: ia tampan, berpostur tinggi melebihi semua orang Israel, dari suku Benyamin yang terhormat. Ketika Samuel mengurapinya secara diam-diam, Roh Allah turun atasnya dan ia menjadi orang yang berbeda. Di depan seluruh Israel di Mizpa, ia terpilih melalui undian — namun saat itu ia bersembunyi di antara barang-barang bawaan. Permulaan yang paradoks untuk seorang raja.

Di awal pemerintahannya, Saul menunjukkan keberanian dan kepemimpinan yang sejati. Namun benih masalahnya segera tampak: ketika Samuel terlambat datang sebelum pertempuran, Saul tidak sabar dan mempersembahkan korban bakaran sendiri — yang seharusnya hanya dilakukan oleh imam. Kemudian dalam perang melawan Amalek, ia tidak sepenuhnya melaksanakan perintah Allah dengan membiarkan raja Agag hidup dan menyimpan rampasan terbaik. Samuel menyatakan: 'Ketidaktaatan adalah seperti dosa penyembahan berhala.'

Setelah penolakan ilahi itu, roh yang jahat mulai menguasai Saul dan rasa cemburunya terhadap Daud menjadi obsesi yang menghancurkan sisa hidupnya. Ia mengejar Daud berulang kali meskipun tahu bahwa Daud tidak bersalah. Di hari terakhir hidupnya, putus asa menghadapi pasukan Filistin tanpa dukungan Allah, Saul bahkan mendatangi seorang perempuan yang memanggil roh — sesuatu yang ia sendiri telah melarang. Ia jatuh di Gunung Gilboa, mati bukan dalam pertempuran melainkan oleh tangannya sendiri. Kisahnya adalah peringatan tentang bagaimana ketakutan akan manusia dapat menggeser ketakutan akan Allah.