
Rasul
Paulus
Juga dikenal sebagai: Saulus dari Tarsus, Saulus, Paulus si Rasul

Rasul
Paulus — Mantan penganiaya gereja yang berjumpa dengan Kristus di jalan Damsyik dan menjadi rasul paling berpengaruh dalam penyebaran Injil ke seluruh dunia.
Paulus dari Tarsus adalah tokoh yang paling paradoksal dalam sejarah gereja awal: ia memulai hidupnya sebagai penganiaya Kristen paling bersemangat, namun akhirnya menjadi penyebar Injil paling berpengaruh sepanjang masa. Lahir di Tarsus, Kilikia, ia adalah warga Roma keturunan Ibrani dari suku Benyamin. Ia belajar di bawah Rabbi Gamaliel di Yerusalem dan menjadi seorang Farisi yang sangat taat—bahkan hadir ketika Stefanus, martir pertama Kristen, dirajam.
Perubahan hidup Paulus terjadi di jalan menuju Damsyik ketika ia berencana menangkap lebih banyak orang Kristen. Tiba-tiba ia dilingkupi cahaya dari langit dan mendengar suara: 'Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?' Ketika ia bertanya siapa yang berbicara, jawaban-Nya: 'Akulah Yesus yang kauaniaya itu.' Paulus jatuh, buta selama tiga hari, dan ketika penglihatan dipulihkan oleh Ananias, hidupnya berubah secara radikal dan permanen.
Dalam dua hingga tiga perjalanan misi yang tercatat dalam Kisah Para Rasul, Paulus mendirikan jemaat di seluruh wilayah Mediterania—dari Antiokia, Galatia, Makedonia, Korintus, hingga Roma. Surat-suratnya—13 atau 14 kitab dalam Perjanjian Baru—menjadi fondasi teologi Kristen tentang keselamatan, kasih karunia, iman, dan gereja. Ajaran-Nya tentang pembenaran oleh iman dalam Roma dan Galatia menjadi jantung doktrin Reformasi Protestan.
Paulus dipenjarakan beberapa kali, dicambuk, dilempari batu, dan mengalami berbagai penderitaan yang ia catat dalam 2 Korintus 11. Namun ia tetap menulis: 'Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa.' Ia akhirnya dipenggal di Roma di bawah pemerintahan Nero, sekitar tahun 64–68 M—mengakhiri hidup yang dipersembahkan sepenuhnya bagi Kristus yang pernah ia benci.