
Perempuan Iman
Naomi
Juga dikenal sebagai: Naomi dari Betlehem, Mara

Perempuan Iman
Naomi — Perempuan yang kehilangan suami dan kedua putranya di negeri asing, namun kesetiaannya dan kasih menantu Rut kepadanya menjadi pintu bagi pemulihan yang melampaui segala harapan.
Naomi berangkat ke Moab bersama suaminya Elimelekh dan kedua putranya karena kelaparan di Betlehem. Di sana, suaminya meninggal. Kedua putranya menikahi perempuan Moab — Orpa dan Rut — namun sepuluh tahun kemudian, keduanya juga meninggal tanpa meninggalkan keturunan. Naomi kini seorang janda tua, di negeri asing, tanpa suami dan anak. Ia memutuskan untuk pulang ke Betlehem.
Naomi meminta kedua menantunya kembali ke keluarga mereka masing-masing. Orpa, dengan berat hati, kembali ke ibunya. Namun Rut menjawab dengan kata-kata yang telah menjadi salah satu deklarasi kesetiaan paling terkenal dalam sejarah: 'Di mana engkau pergi, aku pun pergi; dan di mana engkau bermalam, aku pun bermalam; bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku.' Kesetiaan Rut bukan sekadar kesetiaan kepada Naomi — itu adalah kesetiaan kepada Allah Israel.
Saat tiba di Betlehem, Naomi berkata kepada orang-orang yang menyambutnya: 'Jangan panggil aku Naomi; panggillah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan yang pahit bagiku.' Namun di balik kepahitan itu, pemeliharaan Allah sedang bekerja. Rut bertemu Boas di ladang — kerabat Elimelekh — dan pemulihan pun dimulai. Dari pernikahan Rut dan Boas lahirlah Obed, ayah Isai, kakek Daud. Naomi yang kembali dalam kepahitan akhirnya menjadi nenek moyang Mesias yang dijanjikan.