
Murid Yesus
Marta
Juga dikenal sebagai: Martha, Saudara Maria dan Lazarus

Murid Yesus
Marta — Seorang perempuan dari Betania yang mengasihi Yesus dengan pelayanan praktis — namun lewat percakapannya dengan Yesus di depan kubur Lazarus, ia menerima pernyataan iman yang paling dalam.
Marta adalah perempuan dari Betania yang rumahnya menjadi tempat yang dikasihi Yesus untuk beristirahat. Ia adalah seorang pelayan yang sungguh-sungguh — ketika Yesus datang berkunjung, ia sibuk menyiapkan berbagai hidangan sementara saudaranya Maria duduk mendengarkan Yesus. Marta mendatangi Yesus dan berkata: 'Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudariku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.'
Yesus menjawab dengan penuh kasih namun juga tegas: 'Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.' Bukan berarti pelayanan Marta salah — tetapi Yesus mengingatkan bahwa ada waktu di mana duduk dan mendengarkan adalah hal yang paling diperlukan.
Momen terbesar dalam hidup Marta terjadi setelah kematian Lazarus. Ketika Yesus datang, Marta menyambutnya di luar kota dan mengucapkan kata-kata yang terbalut kekecewaan namun juga iman: 'Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.' Jawaban Yesus adalah salah satu pernyataan terbesar dalam seluruh Alkitab: 'Akulah kebangkitan dan hidup.' Lalu Yesus bertanya: 'Percayakah engkau ini?' Marta menjawab dengan pengakuan iman yang luar biasa: 'Ya, Tuhan, aku percaya bahwa Engkaulah Kristus, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.'