
Keluarga Yesus
Maria
Juga dikenal sebagai: Bunda Maria, Maria dari Nazaret, Theotokos (Bunda Allah)

Keluarga Yesus
Maria — Ibu Yesus Kristus, seorang gadis muda dari Nazaret yang menjawab panggilan Allah dengan iman dan kerendahan hati, menjadikannya perempuan paling berpengaruh dalam sejarah Kristen.
Maria adalah perempuan yang dipilih Allah untuk menjadi ibu Yesus Kristus. Ia adalah seorang gadis muda dari Nazaret yang bertunangan dengan Yusuf ketika malaikat Gabriel datang kepadanya dengan berita yang mengubah sejarah: ia akan mengandung dan melahirkan Anak Allah. Respons Maria menjadi teladan iman terbaik: 'Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.'
Maria hadir dalam setiap momen krusial kehidupan Yesus: ia yang menerimanya dalam kandungan, yang melahirkan-Nya di palungan Betlehem, yang membawa-Nya mengungsi ke Mesir, yang membesarkan-Nya di Nazaret. Ketika Yesus berusia dua belas tahun dan tertinggal di Bait Allah, Maria 'menyimpan semua perkara itu dalam hatinya'—ungkapan yang menunjukkan betapa dalam ia merenungkan misteri Putranya. Pada pesta pernikahan di Kana, Maria mendorong Yesus melakukan mukjizat pertama-Nya.
Puncak dari penderitaan Maria terjadi di kaki salib. Di sana ia berdiri—bukan lari—menyaksikan Putranya disalibkan. Yesus, bahkan dalam kesakitan-Nya, memperhatikan ibunya dan mempercayakan perawatannya kepada Yohanes. Setelah kebangkitan dan kenaikan Yesus, Maria bergabung dengan para murid di ruang atas dan hadir pada hari Pentakosta. Dalam tradisi Kristen, Maria dihormati sebagai 'penuh kasih karunia' dan teladan kesetiaan iman.