
Sahabat Yesus
Lazarus
Juga dikenal sebagai: Lazarus dari Betania

Sahabat Yesus
Lazarus — Sahabat Yesus yang meninggal dan dikubur empat hari lamanya sebelum Yesus memanggilnya keluar dari kubur—mukjizat yang memicu keputusan para imam kepala untuk membunuh Yesus.
Lazarus tinggal di Betania bersama dua saudarinya, Maria dan Marta—keluarga yang sangat dikasihi Yesus. Ketika Lazarus jatuh sakit, kedua saudarinya mengutus pesan kepada Yesus: 'Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit.' Namun Yesus tidak segera berangkat—Ia tinggal dua hari lagi di tempat-Nya dan berkata: 'Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah.' Lazarus meninggal, dan Yesus baru tiba empat hari setelah penguburannya.
Perjumpaan dengan Marta yang berduka menghasilkan salah satu pernyataan teologis terbesar Yesus: 'Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.' Kemudian Yesus melihat Maria dan orang-orang lain yang menangis—dan Yesus pun menangis. Dua kata bahasa Yunani dalam ayat 35 ini: 'Iesous edakrysen' (Yesus menangis)—menjadi ayat terpendek sekaligus salah satu yang terdalam, memperlihatkan kemanusiaan Yesus yang sejati.
Yesus pergi ke kubur Lazarus dan berseru keras: 'Lazarus, keluarlah!' Dan Lazarus keluar dengan tangan dan kaki masih terikat kain kafan. Yesus berkata: 'Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.' Mukjizat ini segera dilaporkan kepada imam-imam kepala dan orang Farisi yang kemudian berkata: 'Apa yang harus kita buat? Orang ini membuat banyak tanda.' Dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Yesus. Kebangkitan Lazarus adalah mukjizat yang mendorong langsung peristiwa Paskah dan penyaliban Yesus.