
Leluhur
Ishak
Juga dikenal sebagai: Isaac, Anak Perjanjian

Leluhur
Ishak — Anak yang dijanjikan kepada Abraham dan Sara — lahir secara ajaib di usia tua mereka, dan menjadi mata rantai perjanjian Allah dengan bangsa Israel.
Ishak adalah anak yang dijanjikan Allah kepada Abraham dan Sara ketika mereka sudah sangat tua — Abraham berusia seratus tahun dan Sara sembilan puluh tahun. Namanya, Ishak, berarti 'ia tertawa' — mengingatkan saat Sara tertawa tidak percaya ketika Allah menjanjikannya seorang anak. Kelahiran Ishak adalah bukti bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah.
Peristiwa paling menentukan dalam hidup Ishak terjadi ketika Allah meminta Abraham mempersembahkannya sebagai korban bakaran di Gunung Moria. Ishak membawa kayu bakar di punggungnya — gambaran yang kelak menjadi bayangan Yesus memikul salib. Di puncak gunung, ketika pisau sudah terangkat, malaikat Allah menghentikan Abraham dan menyediakan domba jantan sebagai pengganti. Ishak diselamatkan; janji terus berlanjut.
Kelak Ishak menikahi Ribka, dan melalui putra bungsunya Yakub — yang kemudian dinamai Israel — perjanjian Allah diteruskan kepada dua belas suku. Ishak adalah mata rantai yang tenang dan setia dalam rantai perjanjian Allah: dari Abraham, melalui Ishak dan Yakub, hingga seluruh bangsa Israel dan akhirnya seluruh umat manusia melalui Yesus Kristus.