Haleluya
Tokoh Alkitab
Perjanjian Lama·Perempuan Iman

Hana

Juga dikenal sebagai: Hannah, Ibu Samuel

Hana

Perempuan Iman

SuamiElkana
RivalPenina (istri kedua Elkana)
AnakSamuel (+ lima anak lagi setelahnya)
Tempat BerdoaSilo, di depan Kemah Suci
NazarMenyerahkan anak kepada Allah seumur hidup

HanaPerempuan yang mandul selama bertahun-tahun namun tidak berhenti berdoa — doanya yang penuh air mata melahirkan Samuel, nabi terbesar Israel.

Hana adalah salah satu istri Elkana, seorang laki-laki Lewi yang tinggal di Rama. Ia tidak mempunyai anak, sementara istri kedua Elkana, Penina, memiliki banyak anak dan terus mengejeknya. Setiap tahun ketika mereka pergi ke Silo untuk beribadah, Penina memperburuk penderitaan Hana hingga ia menangis dan tidak mau makan. Namun Hana tidak menyerah — ia berdoa.

Di hadapan Kemah Suci di Silo, Hana berdoa dengan sangat getir, menangis tersedu-sedu. Ia bernazar: jika Allah memberikannya seorang anak laki-laki, ia akan menyerahkan anak itu kepada Allah seumur hidupnya. Doanya begitu dalam dan mulutnya bergerak-gerak tanpa suara, hingga Imam Eli mengira ia mabuk. Ketika Hana menjelaskan situasinya, Eli berkata: 'Pergilah dengan selamat, dan Allah Israel akan memberikan kepadamu apa yang kauinta kepada-Nya.'

Allah mengingat Hana. Ia mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki yang ia namai Samuel — 'yang diminta dari Allah.' Ketika Samuel disapih, Hana dengan setia menepati nazarnya: ia membawa Samuel ke Silo dan menyerahkannya kepada Imam Eli untuk melayani Allah seumur hidup. Nyanyian pujian Hana menjadi salah satu doa paling indah dalam Alkitab — sebuah hymne tentang Allah yang merendahkan yang angkuh dan meninggikan yang rendah, yang kelak menginspirasi nyanyian Maria dalam Injil Lukas.