Haleluya
Tokoh Alkitab
Perjanjian Lama·Hakim

Gideon

Juga dikenal sebagai: Yerubaal, Hakim Keenam Israel

Gideon

Hakim

SukuManasye
AyahYoas
Pasukan300 orang (dari 32.000)
MusuhOrang Midian dan Amalek
SenjataSangkakala, kendi, obor
JulukanPahlawan yang perkasa (Hak 6:12)

GideonSeorang petani yang menganggap dirinya paling hina dalam sukunya, namun dipilih Allah untuk memimpin 300 orang mengalahkan tentara Midian yang tak terhitung jumlahnya.

Israel tertindas di bawah kekuasaan Midian selama tujuh tahun — setiap panen dirusak oleh penyerbuan musuh, hingga Israel menjadi sangat miskin. Di tengah kondisi itu, malaikat Allah mendatangi Gideon yang sedang mengirik gandum secara sembunyi-sembunyi di tempat pemerasan anggur untuk menyembunyikannya dari orang Midian. Malaikat itu menyapanya: 'TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.'

Gideon menjawab dengan keraguan: 'Ampunilah tuanku, kalau TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Di mana semua perbuatan ajaib-Nya yang diceritakan nenek moyang kami kepada kami?' Ia bahkan menambahkan: 'Sukuku adalah yang paling lemah di antara Manasye dan aku adalah yang paling kecil dalam keluarga ayahku.' Allah menjawab: 'Aku akan menyertai engkau.' Untuk meyakinkan dirinya, Gideon meminta tanda bulu domba yang terkenal — dua kali, dan Allah memenuhinya dengan sabar.

Ketika Allah memerintahkan Gideon berperang, Ia secara aktif memperkecil pasukan Gideon dari 32.000 orang hingga hanya 300 orang — bukan agar Israel dapat memuji kemampuan mereka sendiri. Dengan sangkakala, kendi, dan obor sebagai senjata, 300 orang itu memecahkan kendil secara serempak di malam hari, membuat tentara Midian yang panik saling membunuh satu sama lain. Kemenangan total itu mencatat prinsip abadi: ketika Allah yang bertindak, ketidakmungkinan bukan rintangan.