
Perempuan Iman
Ester
Juga dikenal sebagai: Hadasa, Ratu Ester

Perempuan Iman
Ester — Perempuan Yahudi yatim piatu yang menjadi Ratu Persia dan mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan bangsanya dari rencana genosida Haman.
Ester—nama Ibrani-nya Hadasa—adalah seorang perempuan Yahudi yatim piatu yang dibesarkan oleh saudara sepupunya, Mordekhai, dalam pembuangan Yahudi di Persia. Ketika Raja Ahasyweros mencari ratu baru setelah memecat Ratu Wasti, Ester terpilih karena kecantikan dan kepribadiannya yang menawan. Atas saran Mordekhai, Ester menyembunyikan identitas Yahudinya.
Krisis muncul ketika Haman, pejabat tinggi kerajaan, menyusun rencana untuk memusnahkan seluruh orang Yahudi di kekaisaran Persia—semua karena Mordekhai menolak sujud kepadanya. Ketika Mordekhai mendesak Ester untuk memohon kepada raja demi menyelamatkan bangsanya, Ester menghadapi dilema maut: mendekati raja tanpa dipanggil berarti hukuman mati—kecuali raja mengulurkan tongkat emasnya. Mordekhai menguatkan hatinya dengan kata-kata yang terkenal: 'Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.'
Ester meminta seluruh orang Yahudi berpuasa tiga hari, lalu berkata: 'Aku akan masuk menghadap raja, walaupun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.' Raja menerimanya, Haman disingkirkan, dan orang-orang Yahudi diselamatkan. Peristiwa ini diperingati setiap tahun dalam Hari Raya Purim. Kitab Ester adalah satu-satunya kitab dalam Alkitab yang tidak menyebut nama Allah secara langsung—namun tangan Allah hadir di setiap halamannya.