
Nabi
Elisa
Juga dikenal sebagai: Elisa bin Safat, Penerus Elia

Nabi
Elisa — Nabi yang mewarisi 'dua bagian roh' Elia dan melakukan lebih banyak mukjizat daripada nabi lain mana pun dalam Alkitab—dari air pahit yang dipulihkan hingga orang mati yang dibangkitkan.
Elisa dipanggil menjadi nabi secara dramatis: Elia melemparkan jubahnya kepada Elisa yang sedang membajak ladang dengan dua belas pasang lembu. Elisa langsung meninggalkan lembu-lembunya, menyembelih dua ekor sebagai korban perpisahan, lalu mengikuti Elia. Ketika tiba saatnya Elia diangkat ke surga, Elisa tidak mau berpisah darinya—ia mengikutinya ke Bet-El, Yerikho, dan Sungai Yordan. Permintaan terakhirnya: 'Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu.' Roh itu diberikan, dan Elisa membelah Sungai Yordan dengan jubah Elia—tanda bahwa mantel pelayanan telah berpindah.
Pelayanan Elisa ditandai oleh rangkaian mukjizat yang menakjubkan dalam kesehariannya: ia memurnikan air pahit di Yerikho, melipatgandakan minyak seorang janda miskin, menghidupkan anak laki-laki seorang perempuan Sunem yang telah mati, membuat makanan yang beracun menjadi tidak berbahaya, dan memberi makan seratus orang dari dua puluh roti. Yang paling dramatis adalah kesembuhan Naaman, panglima perang Aram yang terkena kusta—Elisa menyuruhnya mandi tujuh kali di Sungai Yordan, dan ketika Naaman akhirnya mau taat meski dengan kesal, kulitnya pulih seperti kulit anak kecil.
Bahkan setelah kematiannya, tulang-tulang Elisa melakukan satu mukjizat terakhir: ketika seorang mayat secara tidak sengaja dilemparkan ke dalam kuburannya dan menyentuh tulang-tulangnya, orang itu hidup kembali. Pelayanan Elisa mengajarkan bahwa mukjizat Allah tidak hanya terjadi di atas panggung dramatis, melainkan dalam kebutuhan sehari-hari orang biasa—janda miskin, ibu yang berduka, panglima yang sakit.
Ayat kunci