Haleluya
Tokoh Alkitab
Perjanjian Lama·Nabi

Elia

Juga dikenal sebagai: Elia si Tisbite, Nabi Api

Elia

Nabi

AsalTisbe, Gilead
EraPemerintahan Raja Ahab dan Izebel (abad ke-9 SM)
PenerusElisa
Akhir HidupDiangkat ke surga dengan kereta api (2 Raja 2:11)
Hadir di Perjanjian BaruTransfigurasi Yesus (Mat 17:3)

EliaNabi besar Israel yang menantang 450 nabi Baal di Gunung Karmel dan mendengar suara Allah bukan dalam angin ribut atau api, melainkan dalam suara yang lemah lembut.

Elia muncul dalam Alkitab tanpa latar belakang—tiba-tiba saja ia berdiri di hadapan Raja Ahab dan mengumumkan bahwa tidak akan ada hujan di Israel kecuali atas kata-katanya. Selama tiga setengah tahun, kekeringan melanda negeri itu. Allah memelihara Elia dengan cara-cara yang ajaib: burung gagak membawakan roti dan daging kepadanya, dan seorang janda miskin di Sarfat—meskipun ia sendiri hampir mati kelaparan—berbagi makanan dengannya dan tidak kekurangan selama musim kering.

Puncak pelayanan Elia terjadi di Gunung Karmel, di mana ia menantang 450 nabi Baal dalam sebuah kontes ilahi: masing-masing pihak membangun mezbah, dan Allah yang menjawab dengan api adalah Allah yang benar. Setelah nabi-nabi Baal berdoa dari pagi hingga petang tanpa jawaban, Elia berdoa singkat—dan api Allah turun membakar korban, kayu, batu, tanah, bahkan air dalam parit. Seluruh rakyat jatuh tersungkur dan berkata: 'Tuhan, Dialah Allah!' Namun ancaman Izebel membuat Elia melarikan diri ke padang gurun dalam keputusasaan yang dalam. Di sanalah Allah tidak menegurnya, melainkan memberinya roti hangat dan air—'bangunlah dan makanlah, sebab perjalananmu masih jauh.'

Di Gunung Horeb, Elia mendengar suara Allah bukan dalam angin dahsyat, gempa, atau api—melainkan dalam suara yang lemah lembut. Pengalaman ini mengajarkan bahwa Allah tidak selalu hadir dalam keagungan yang dramatis. Elia tidak pernah mengalami kematian—ia diangkat ke surga dalam kereta api. Bersama Musa, ia kemudian muncul kembali dalam Transfigurasi Yesus, menandai bahwa pelayanannya melampaui waktu dan menyentuh penggenapan tertinggi dalam diri Kristus.