
Nabi & Hakim
Debora
Juga dikenal sebagai: Debora si Nabiah, Ibu Israel

Nabi & Hakim
Debora — Satu-satunya hakim perempuan dalam Alkitab yang juga seorang nabi—ia memimpin Israel mengalahkan Sisera dan kemudian menyanyikan nyanyian kemenangan yang puitis.
Debora adalah hakim Israel keempat dan satu-satunya perempuan yang memegang jabatan itu. Ia juga seorang nabi yang biasa duduk di bawah pohon kurma di pegunungan Efraim, di mana orang-orang Israel dari seluruh penjuru datang untuk meminta keputusannya. Dalam budaya patriarkal yang kental, otoritasnya diakui dan dihormati tanpa pertanyaan—bukti bahwa Allah memilih pemimpin berdasarkan kepekaan spiritual, bukan jenis kelamin.
Ketika Sisera, panglima Raja Yabin dari Kanaan, menindas Israel dengan sembilan ratus kereta besi selama dua puluh tahun, Debora memanggil Barak bin Abinoam dan menyampaikan perintah Allah untuk berperang. Barak menjawab: 'Jika engkau turut aku, aku akan pergi; tetapi jika engkau tidak turut aku, aku tidak akan pergi.' Debora setuju untuk ikut, namun menambahkan: 'Tetapi kehormatan bagi jalanmu tidak akan ada, sebab Tuhan akan menyerahkan Sisera ke tangan seorang perempuan.' Nubuat itu terbukti ketika Sisera melarikan diri dan dibunuh oleh Yael, seorang perempuan lain.
Setelah kemenangan, Debora dan Barak menyanyikan nyanyian kemenangan bersama (Hakim 5)—salah satu puisi paling awal dalam Alkitab. Debora menyebut dirinya sendiri sebagai 'seorang ibu di Israel.' Di bawah kepemimpinannya, Israel menikmati damai selama empat puluh tahun. Sosok Debora menantang asumsi tentang keterbatasan peran perempuan dan menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati lahir dari kepekaan terhadap Allah.