Haleluya
Tokoh Alkitab
Perjanjian Lama·Nabi

Daniel

Juga dikenal sebagai: Beltsazar, Daniel si Nabi

Daniel

Nabi

SukuYehuda
EraPembuangan Babel (ca. 605–535 SM)
Raja yang DilayaniNebukadnezar, Belsyazar, Darius, Koresh
Nama BabelBeltsazar
SahabatHananya, Misael, Azarya (Sadrakh, Mesakh, Abednego)

DanielPemuda Yahudi yang dibuang ke Babel dan menolak kompromi imannya di istana asing—naik ke puncak kekuasaan sambil menafsirkan mimpi raja-raja dan bertahan dari gua singa.

Daniel adalah seorang pemuda dari keluarga bangsawan Yehuda yang dibuang ke Babel pada masa pemerintahan Nebukadnezar. Bersama tiga sahabatnya—Hananya, Misael, dan Azarya—ia dipilih untuk mengikuti program pendidikan kerajaan. Sejak awal, Daniel menetapkan tekad untuk tidak menajiskan dirinya dengan makanan raja. Ia meminta makanan sederhana selama sepuluh hari, dan pada akhirnya mereka terlihat jauh lebih sehat dari pemuda lain yang makan santapan raja.

Pelayanan Daniel di istana Babel ditandai oleh kemampuan menafsirkan mimpi yang diberikan Allah kepadanya. Ketika Nebukadnezar bermimpi tentang patung raksasa dari berbagai logam, hanya Daniel yang bisa menceritakan dan menafsirkan mimpi itu—mengungkapkan pergantian kerajaan-kerajaan dunia dalam rencana Allah. Ia juga membaca tulisan misterius 'mene mene tekel ufarsin' di dinding istana Belsyazar pada malam kerajaan Babel jatuh ke tangan Persia.

Ujian terberat Daniel datang ketika para pejabat yang cemburu menyusun konspirasi untuk menjebaknya: mereka berhasil membuat Raja Darius mengeluarkan dekrit yang melarang berdoa kepada siapa pun selain raja. Daniel tidak mengubah kebiasaannya—ia terus berdoa tiga kali sehari menghadap Yerusalem. Ia dilemparkan ke gua singa, namun keesokan paginya raja mendapatinya selamat. Daniel menjawab: 'Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu.' Penglihatan-penglihatan Daniel tentang akhir zaman masih menjadi bahan studi yang mendalam.