
Yesus Membasuh Kaki Murid-Murid
Raja segala raja berlutut dengan kain dan baskom air — dan mendefinisikan ulang arti kebesaran.
'Sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa.' Dengan kesadaran penuh akan apa yang menanti-Nya, di malam terakhir bersama murid-murid-Nya, Yesus melakukan sesuatu yang tidak pernah terbayangkan oleh siapapun.
Raja yang Berlutut
Yesus bangkit dari meja, meletakkan jubah-Nya, mengambil sebuah kain dan baskom berisi air, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya.
— Yohanes 13:4–5
Ia mengambil kain dan baskom dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya satu per satu. Pembasuhan kaki adalah pekerjaan hamba paling rendah dalam rumah tangga Yahudi — dan Raja segala raja melakukannya.

Penolakan Petrus
Simon Petrus tidak dapat menerima ini. 'Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?' Ketika Yesus menjelaskan, Petrus menolak lebih keras. Yesus menjawab dengan serius: 'Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.'
Definisi Ulang Kebesaran
Jadi jikalau Aku, Tuhan dan Guru kamu, telah membasuh kaki kamu, maka kamu pun harus saling membasuh kaki.
— Yohanes 13:14

Ada dimensi yang lebih dalam: Yesus yang tahu Yudas akan menyerahkan-Nya pun tetap membasuh kaki Yudas malam itu. Kasih-Nya tidak bersyarat bahkan kepada yang akan mengkhianati-Nya. Di malam ketika Ia bisa saja menyiapkan diri sendiri untuk menghadapi penderitaan, Ia malah berlutut.