
Penyaliban Yesus
Tetelestai — sudah selesai, lunas, dibayar penuh. Satu kata yang mengubah segalanya.
Setelah dicambuk, dimahkotai duri, dan diolok-olok oleh para prajurit, Yesus dipaksa memanggul salib-Nya sendiri menuju Golgota — 'Tempat Tengkorak.' Di bawah beban itu Ia tersungkur, dan Simon dari Kirene dipaksa membawa salib itu.
Tujuh Perkataan dari Salib
Di Golgota, tangan dan kaki-Nya dipakukan ke kayu. Di atas-Nya dipasang tulisan dalam tiga bahasa: 'Yesus orang Nazaret, Raja Orang Yahudi.' Selama enam jam di kayu salib, Yesus mengucapkan tujuh perkataan — mendoakan pengampunan bagi mereka yang menyalibkan-Nya, menjanjikan Firdaus kepada penjahat di sisi-Nya, mempercayakan ibu-Nya kepada murid yang dikasihi-Nya.

Tetelestai — Sudah Selesai
Sesudah Yesus meminum asam cuka itu, berkatalah Ia: 'Sudah selesai.' Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
— Yohanes 19:30
Tetelestai — sudah selesai — dalam bahasa Yunani adalah kata yang juga digunakan dalam dokumen bisnis untuk berarti: lunas, dibayar penuh. Bukan kekalahan, bukan pasrah — melainkan proklamasi bahwa misi telah selesai sepenuhnya.
Tirai Terkoyak
Dan tirai Bait Suci terkoyak dari atas ke bawah menjadi dua bagian.
— Matius 27:51
Tirai Bait Suci terkoyak dari atas ke bawah — tangan Allah yang mengoyaknya, menandakan bahwa jalan ke hadirat-Nya kini terbuka lebar bagi semua orang. Penyaliban Yesus adalah tindakan paling tidak adil dalam sejarah — Yang Tak Berdosa menanggung hukuman orang berdosa. Namun dalam ketidakadilan itulah keadilan Allah digenapi.
