
Pentakosta dan Penyebaran Injil
Apa yang dimulai dengan dua belas nelayan dan pemungut cukai — mengubah dunia selamanya.
Lima puluh hari setelah Paskah — tepat pada Hari Pentakosta — para murid berkumpul di Yerusalem. Tiba-tiba dari langit terdengar suara seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah. Lidah-lidah seperti nyala api hinggap pada masing-masing dari mereka.
Roh Kudus Turun
Mereka semua penuh dengan Roh Kudus dan mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
— Kisah Para Rasul 2:4
Orang-orang dari berbagai negara yang sedang berada di Yerusalem mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa mereka masing-masing. Ini adalah kebalikan sempurna dari Menara Babel — di Babel bahasa dikacaukan; di Pentakosta Roh menyatukan.

Khotbah Pertama Petrus
Petrus berdiri dan berkhotbah — Petrus yang tiga kali menyangkal Yesus kini berdiri tanpa gentar di depan ribuan orang. Ia memproklamasikan kebangkitan Kristus dan mengatakan bahwa Allah telah membangkitkan-Nya. Kata-katanya menusuk hati pendengarnya: 'Apa yang harus kami perbuat?' — dan hari itu tiga ribu jiwa ditambahkan kepada jemaat.
Komunitas yang Mengubah Dunia
Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
— Kisah Para Rasul 2:42

Jemaat mula-mula itu hidup dalam persekutuan yang luar biasa. Mereka menjual harta milik mereka dan membaginya kepada siapa yang memerlukan. Dari Yerusalem, penganiayaan justru menyebarkan Injil lebih jauh. Apa yang dimulai dengan dua belas orang sederhana di sebuah loteng telah mengubah jalannya sejarah dunia.