
Masuk ke Yerusalem
Raja segala raja memasuki ibu kota bukan di atas kuda perang, melainkan di atas keledai pinjaman.
Yesus mengutus dua murid untuk mengambil seekor keledai muda yang terikat. Inilah penggenapan dari nubuat Zakharia yang ditulis lima ratus tahun sebelumnya: 'Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai.'
Raja yang Merendah
Yesus yang sebelumnya sering menghindari kerumunan kini dengan sengaja memasuki Yerusalem dengan cara yang akan membuat siapapun yang tahu Kitab Suci memahami: Raja telah datang — bukan di atas kuda perang, melainkan di atas keledai pinjaman.

Sorak-Sorai Hosana
Orang banyak memotong ranting-ranting pohon dan menghamparkan jubah mereka di jalan. Sorak-sorai memenuhi udara: 'Hosana bagi Anak Daud! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!' Kata hosana awalnya adalah seruan minta tolong yang telah berubah menjadi teriakan kegembiraan dan pengakuan.

Raja yang Menangis
Ketika Yesus melihat kota itu, Ia menangis atasnya dan berkata: 'Sekiranya engkau juga mengerti pada hari ini apa yang perlu untuk mendatangkan damai!'
— Lukas 19:41–42
Di tengah sorak-sorai kemenangan, Yesus menangis. Ia meratapi Yerusalem yang tidak mengetahui saat kunjungannya. Kerumunan yang berteriak 'Hosana!' adalah sebagian dari kerumunan yang akan berteriak 'Salibkan Dia!' Namun Yesus berjalan dengan penuh kesadaran — bukan menuju kekalahan, melainkan menuju kemenangan terbesar yang pernah ada dalam sejarah.