
Bahtera Nuh
Di tengah penghakiman yang menyeluruh, Allah menyediakan satu jalan keselamatan.
Kejahatan manusia memenuhi bumi — setiap pikiran hati manusia terus-menerus membuahkan kejahatan belaka. Allah menyesal telah menjadikan manusia dan hati-Nya penuh kedukaan. Namun ada satu pengecualian: Nuh — seorang yang benar dan tidak bercacat di antara orang-orang sezamannya.
Panggilan yang Mustahil
Allah memerintahkan Nuh membangun bahtera yang sangat besar: panjang 300 hasta, lebar 50 hasta, tinggi 30 hasta — kira-kira setara dengan 135 meter panjang. Selama puluhan tahun Nuh bekerja dan memberitakan kebenaran, sementara dunia di sekitarnya mengolok-olok.

Allah Sendiri Menutup Pintu
Ketika bahtera selesai dan Nuh membawa masuk setiap jenis binatang beserta seluruh keluarganya, terjadi sesuatu yang sangat berarti: Allah sendiri yang menutup pintu bahtera itu — sebuah detail kecil yang menyimpan makna besar tentang keselamatan yang bukan usaha manusia.
Selama empat puluh hari empat puluh malam, hujan turun tanpa henti. Air terus bertambah selama seratus lima puluh hari, menenggelamkan gunung-gunung. Bahtera mengapung sendirian di atas samudera yang tak berbatas.
Tetapi Allah ingat akan Nuh dan segala binatang dan segala ternak yang ada bersama-sama dengan dia di dalam bahtera.
— Kejadian 8:1
Pelangi: Tanda Janji Kekal

Setelah air surut dan Nuh keluar dari bahtera, Allah membuat perjanjian yang kekal: tidak akan pernah lagi memusnahkan seluruh makhluk hidup dengan air bah. Tanda perjanjian itu adalah pelangi di awan — busur cahaya yang bersinar setelah badai, simbol bahwa kebelas-asihan Allah tidak pernah berakhir.