
Anak yang Hilang
Sebelum anak itu selesai mengucapkan permintaan maafnya, ayah itu sudah berlari menyambutnya.
Yesus menceritakan perumpamaan ini ketika orang-orang Farisi bersungut-sungut melihat Ia makan bersama orang-orang berdosa. Seorang anak bungsu meminta bagian warisannya lebih awal — dalam budaya Timur Tengah kuno, ini setara dengan mendoakan kematian ayahnya.
Dalam Negeri Jauh
Anak bungsu pergi ke negeri yang jauh dan menghabiskan seluruh warisannya dalam kehidupan yang boros. Bencana datang: kelaparan melanda, dan ia terpaksa bekerja sebagai penggembala babi — pekerjaan paling hina bagi seorang Yahudi. Di titik paling rendah hidupnya, ia 'sadar kembali.'

Ayah yang Berlari
Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergerak hatinya oleh belas kasian. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
— Lukas 15:20
Inilah inti dari perumpamaan: seorang ayah yang terhormat berlari — hal yang tidak biasa dan dianggap memalukan dalam budaya itu. Kasihnya melampaui semua pertimbangan harga diri. Sebelum anak itu selesai mengucapkan permintaan maafnya, ayah itu sudah memerintahkan pesta perayaan.

Anak yang Tidak Pernah Pergi
Anak sulung yang setia justru marah dan menolak masuk ke pesta. Ayah itu keluar untuk merayunya juga — menunjukkan bahwa kasih Bapa menjangkau baik yang hilang maupun yang merasa dirinya tidak pernah hilang. Yesus sengaja tidak menceritakan bagaimana sikap anak sulung akhirnya — karena pertanyaan itu ia tinggalkan untuk para pendengarnya.